Pidato Jokowi Tentang Bipang Ambawang, Berpotensi Timbulkan Kegaduhan Kaum Muslim

  • Whatsapp

MK Center News

….Bapak Ibu dan saudara-saudara sekalian, sebentar lagi Lebaran, dalam suasana pandemi ini Pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama. Untuk bapak ibu dan saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesan secara online. Yang rindu makan Gudeg Yogya, Bandeng Semarang, Siomay Bandung, Empek-Empek Palembang, Bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya, tinggal pesan…”

Demikian salah satu petikan pidato Presiden Jokowi yang disampaikan saat melarang warga untuk mudik.

Namun pidato orang no 1 di Indonesia tersebut ternyata menjadi blunder dalam kalimat terakhir tentang “Bipang Ambawang”.

Komentar-komentar pedas pun bermunculan dari para warga net yang meradang karena merasa tidak pantas Jokowi menyebut Bipang (Babi Panggang) Ambawang pada momen hari Suci umat Islam.

Apa yang dimaksud oleh Presiden menyebut makanan haram bagi umat muslim tersebut untuk di pesan online? Ketidak sengajaan kah atau ada hal lain yang sengaja membuat “Endores” bagi masyarakat.

Disaat sebagian masyarakat yang sebagian muslim mematuhi kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah termasuk dalam membuang keinginan untuk mudik, kini malah dibuat bingung dengan pernyataan aneh Presiden RI yang merekomendasikan makanan haram tersebut.

Pro dan kontra pun akhirnya bermunculan dari berbagai pihak sehingga kegaduhan pun terjadi.

Merasa khawatir masalah ini akan meledak menjadi kontroversi nasional, para pejabat kementerian pun mencoba meredamnya dengan memberikan penjelasan yang diharapkan dapat meredam kegaduhan tersebut.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi memastikan tidak ada maksud apa pun dari pernyataan Bapak Presiden.

Pemerintah meminta maaf sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman karena kita hanya ingin semua bangga dengan produk dalam negeri termasuk kuliner khas daerah.

Pernyataan sang menteri ternyata masih belum dapat meredam umat muslim yang beranggapan terkesan melecehkan makanan yang mutlak diharamkan oleh Allah Ta ‘ala.

Karena selain haram, babi juga najis seluruh bagiannya seperti yang dijelaskan dalam Al Qur’an (QS. Al An’am: 145) yaitu :

Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu NAJIS”

Yang lebih membingungkan lagi adalah pernyataan dari  Juru Bicara Kepresidenan, Fadjroel Rachman yang dalam cuitan di akun Tweeternya mengatakan bahwa yang disebutkan Bipang oleh Presiden adalah sama seperti Jipang yaitu kue dari beras yang merupakan makanan pavoritnya sejak kecil.

Ada apa ini? Bukankah Bipang yang disebut berasal dari Ambawang, sedangkan Jipang sendiri adalah makanan khas dari Banjarmasin yang letaknya sangat berjauhan.

Jelas hal itu salah besar, karena Bipang adalah makanan dari Babi yang dipanggang.

Related posts

1 comment

Comments are closed.