AgamaBisnisBudayaDaerahHukumInternasionalKorupsiNasionalOlahragaPolitikSosial

Bulan purnama ini menjadi bulan ketiga dari empat supermoon pada 2020.

Fenomena Langit April, Hujan Meteor Lyrids Hingga Bulan Redup

Admin | Jum’at, 03/04/2020 06:28 | 5320 views

Fenomena Langit April, Hujan Meteor Lyrids Hingga Bulan Redup
Ilustrasi (Ethan Miller/Getty Images/AFP)

Mk-center.com | Jakarta, CNN Indonesia — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) membeberkan fenomena langit yang akan terjadi di Indonesia selama bulan April.

Keindahan fenomena langit bisa menjadi pelepas lara akibat virus corona (SARS-CoV-2) yang mengakibatkan pembatasan aktivitas di luar rumah. Berikut fenomena langit yang akan terjadi selama bulan April.

1.  Bulan Purnama Supermoon 2020, 8 April

Tanggal 8 April menjadi tanggal di mana Bulan berada pada titik terdekatnya pada 2020. Bulan akan berjarak sekitar 356,9 kilometer dari Bumi

Titik terdekat Bulan Purnama dengan Bumi akan menghasilkan serangkaian besar pasang surut laut tinggi dan rendah. Fenomena alam ini tak akan terlihat di Jakarta.

Lihat juga: LAPAN Bicara Soal 2 Asteroid yang Melintas April dan Mei 2020

Bulan akan terletak di belakang Bumi bila dilihat dari Matahari dan wajah bulan akan sepenuhnya diterangi cahaya matahari.

Bulan akan berada pada posisi terdekatnya dari Bumi dan mungkin terlihat sedikit lebih besar.

2. Hujan Meteor Lyrids, 22 April

Lyrids adalah hujan meteor yang bisa menghasilkan hingga 20 meteor pada puncaknya.  Hujan meteor ini diproduksi oleh partikel debu yang ditinggalkan komet C/1861 G1 Thatcher yang ditemukan pada 1861.

Hujan meteor ini  berlangsung setiap tahun mula 16 sampai 25 April. Puncak hujan meteor Lyrids pada 2020 akan terjadi pada 22 April malam dan 23 April pagi.

Meteor ini terkadang dapat menghasilkan jejak debu cerah yang bertahan selama beberapa detik. Bulan baru akan memastikan langit gelap agar hujan meteor bisa terlihat lebih baik pada tahun ini. Tampilan terbaik berasal dari lokasi gelap setelah tengah malam.

Lihat juga: Asteroid ‘Jumbo’ akan Lintasi Bumi April 2020

3. Bulan Meredup, 23 April

Fenomena terakhir pada April adalah Bulan akan lenyap di langit. Fenomena ini disebabkan Bulan terletak di sisi Bumi yang sama dengan Matahari. Hal ini akan membuat Bulan tidak terlihat, fenomena ini biasa disebut dengan Bulan baru.

Fase ini akan terjadi pada pada 02.27 UTC. Ini adalah waktu terbaik dalam sebulan untuk mengamati benda-benda redup seperti galaksi dan gugusan bintang karena tidak ada cahaya bulan yang mengganggu.
Kenali seluk-beluk virus corona, cara mencegah, serta gejala dan pengobatannya lewat laporan interaktif. Mk-center.com. Cek di sini.
Bagikan : #hujan #metor #fenomena #langit

ARTIKEL TERKAIT

Hujan Meteor Bakal Guyur Langit Indonesia 14 Maret

Fenomena Alam yang Bisa Disaksikan Selama Februari 2020

Penjelasan Ilmiah Hujan Meteor yang Bombardir Langit RI

Puncak Bombardir Hujan Meteor Quadrantid pada 4 Januari


Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker