Fakta Dan Realita Sebenarnya Tentang Hamas Yang Harus Diketahui

  • Whatsapp

Hamas adalah organisasi Islam Palestina yang bermarkas di Jalur Gaza. Organisasi ini memiliki sayap politik dan juga militer, yang aktif memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Didirikan pada tahun 1987, Hamas merupakan kelompok tandingan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Read More

Piagam Hamas 1988 menyatakan bahwa Hamas “berusaha untuk menaikkan bendera Allah di setiap inci dari Palestina” (Pasal Enam).

Pasal Tiga puluh Salah satu dari Piagam negara: “Di bawah sayap Islam, adalah mungkin bagi para pengikut tiga agama -Islam, Kristen dan Yahudi- untuk hidup berdampingan dalam damai dan tenang dengan satu sama lain”

Setelah pemilu tahun 2006, pendiri Hamas Mahmoud Al-Zahar tidak menutup kemungkinan menerima “solusi dua-negara sementara”, dan menyatakan bahwa ia bermimpi “menggantung peta besar dunia di dinding rumahnya di Gaza yang tidak menunjukkan Israel di atasnya”.

Xinhua melaporkan bahwa Al-Zahar “tidak menutup kemungkinan memiliki Yahudi, Muslim dan Kristen yang hidup di bawah kedaulatan sebuah negara Islam”.

Pada akhir 2006, Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas, mengatakan bahwa jika negara Palestina terbentuk berdasarkan batas 1967, Hamas bersedia untuk menyatakan gencatan senjata yang bisa bertahan selama 20 tahun, dan menyatakan bahwa Hamas tidak akan pernah mengakui “perampas pemerintah Zionis” dan akan terus “seperti gerakan jihad sampai pembebasan Yerusalem”.

Namun, pada bulan Juli 2009, Khaled Meshal, kepala biro politik Hamas, mengatakan organisasi itu bersedia bekerja sama dengan “resolusi konflik Arab-Israel yang termasuk negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967”, asalkan pengungsi Palestina memegang hak untuk kembali ke Israel dan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara baru.

Inilah beberapa fakta yang harus diketahui tentang realita sebenarnya keberadaan Hamas termasuk pendapat para Ulama tentangnya.

Perkataan tokoh-tokoh Hamas.

Ahmad Yasin:

 “Saya menginginkan negara demokrasi yang beragam hizbnya (partainya) dan pemimpin yang menang dalam pemilu, sampai pun seandainya yang menang orang komunis, saya akan menghormati kehendak rakyat Palestina, jika rakyat Palestina menolak Daulah (negara) Islam, saya pun akan menghormati dan menkultuskan hasrat dan kehendaknya”.

Dia juga mengatakan, “Kami mencintai semua ahli agama dan saya tidak memerangi Amerika, Inggris dan tidak pula negara yang lain,  Saya dan semua orang bersama kedamaian dan saya mencintai semua orang, saya mencintai kebaikan untuk Yahudi, kami tidak membenci Yahudi, namun kita katakan kepada Yahudi, “Berikanlah hak kami”. (Sumber: Kitab Dzahirah Al-Mu’jizah wa Usthuratut tahaddy, cetakan Daarul Furqan hal. 116 dan 118.)

Khalid Misy’al :

“Yang mengumpulkan kita dengan Iran dan Pemimpinnya bukan hanya maslahat yang sama, namun ia adalah hubungan ukhuwah dan persahabatan serta iman. Kebanyakan para pemimpin pejuang Al-Qassam berguru dengan para pelaku revolusi Iran”. (Sumber: Cuitan Twitternya)

Related posts