Impiannya selama ini untuk berangkat ke Mekkah pun terwujud.

  • Whatsapp
Jum’at, 9 Agustus 2019 | #Jadi_ingat_atm
FITRI R. Sahnun (60), Pemulung gigih menerima hadiah umroh dari PT perjalanan ibadah haji dan umrah Jakarta, Nur Rima Al-Waali (NRA) travel.
MK-CENTER | MATARAM, – Rejeki tak akan kemana. tampaknya pantas bagi Sahnun (60), dikenal dengan pemulung yang berkurban sapi di Hari Raya Idul Adha tahun ini. Tak ada yang menyangka kisah nenek ini telah menggugah hati banyak orang, termasuk sebuah perusahaan perjalanan ibadah haji dan umrah di Jakarta, Nur Rima Al-Waali (NRA) Travel. NRA memberi hadian umrah gratis pada nenek yang dikenal gigih ini. Pihak NRA sempat kebingungan mencari nenek Sahnun. Serah terima hadiah umrah yang seharusnya diserahkan saat pengajian Majelis Ta’lim Nurul Iman, Karang Jangkong, batal dilakukan.
<script data-ad-client="ca-pub-7466936783511971" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
Ternyata, nenek Sahnun mengalami musibah. Sebelum menerima hadiahnya, nenek Sahnun  digigit anjing saat memulung botol plastik di lingkungan Cakranegara, Kota Mataram. “Semestinya hari ini dia harus ke IGD Rumah Sakit Provinsi NTB, Dinas Peternakan dan pertanian Kota Mataram sudah siapkan suntikan anti rabies,” kata Raehan, sahabat dekat Sanhun, Jumat (9/8/2019). Begitulah Sahnun, meski kaki kanannya sakit karena gigitan anjing piaraan warga, Sahnun pantang untuk meninggalkan kerjanya sebagai pemulung. Sempat menolak Acara penyerahan berubah di emperan toko dan warung, tempat Sahnun menyimpan hasil memulungnya. Meski demikian, pihak NRA Travel juga tak mudah memberi hadiah. Jika kebanyakan orang akan menyambut gembira hadiah, Sahnun justru sempat menolaknya. “Saya mau bayar sendiri, tabungan saya ndak cukup, mana bisa ke Mekkah,” kata nenek Sahnun menolak. Perwakilan NRA travel di Lombok Izza menjelaskan dengan baik maksud dan tujuan mereka memberi hadiah. Kepala Lingkungan Karang Jangkong Nazamuddin turut memberi penjelasan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami Sahnun. “Ini Hadiah gratis, NRA namanya, mau ajak Sahnun ke tanah suci, mau ya” kata Nazamuddin disambut gelengan kepala Sahnun. Warga sekitar ikut memberi penjelasan. Namun, Sahnun tetap tak percaya. “Mana mungkin, bukan ndak mau, tapi mana mungkin,” kata Sahnun sambil keheranan. “Ini hadiahnya dikasi sekarang, tapi perginya nanti November, sama saya nanti akan saya temani,” kata Nazamuddin. Usaha untuk meyakinkan akhirnya berhasil. Sahnun meneteskan air mata, tak percaya. “Mau saya, tapi ndak percaya. Ibu saya sudah meninggal, Bapak saya sudah meninggal, saya mana bisa ke sana, uang siapa?” kata Sahnun. Nazamuddin mengatakan, Sahnun hidup sebatang kara di Mataram, setelah kedua orangtuanya meninggal. Sahnun sudah lama tidak bertemu dengan keluarga dan kerabatnya yang lain.

Related posts