Kejayaan islam dibangun diatas ilmu …

  • Whatsapp

Kejayaan islam dibangun diatas ilmu …

✍️ Begitu hebatnya Islam pada masa-masa kejayaanya diawal-awal masa Islam, yaitu masa para sahabat dan tabi’in. Dunia tunduk patuh dibawah pangkuannya. Hal itu terjadi karena tersebar luasnya ilmu dan kuatnya kaum muslimin berpegang teguh diatas jalan ilmu yang Haq, yaitu ilmu dari Al-Qur’an dan Hadits Nabi.

Nampak sekali pertolongan Allah kepada generasi awal, sebagaimana janji Allah,

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمۡ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَیَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِی ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَیُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِینَهُمُ ٱلَّذِی ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَیُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنࣰاۚ یَعۡبُدُونَنِی لَا یُشۡرِكُونَ بِی شَیۡـࣰٔاۚ وَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَ ٰ⁠لِكَ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ.

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
[Surat An-Nur: 55]

Mereka berhasil menguasai dunia dari timurnya di Xinjiang-Cina, baratnya sampai Maghrib (Maroko) hanya dalam waktu yang singkat yaitu 40 tahunan dimasa Khulafaur Rasyidin dan awal masa Bani Umayyah.

Sosok generasi Salaf dizaman sahabat sangat kuat sekali dalam memegangi dan menerapkan Islam dalam kehidupan mereka.

Nampak sekali potret kehidupan mereka dari pernyataan Amirul mukminin Umar bin Khattab رضي الله عنه

كنا أذل أمة فأعزنا الله بالإسلام، ومهما ابتغينا العزة في غيره أذلنا الله.

Dahulu kita adalah kaum yang paling hina, lalu Allah memuliakan kita dengan Islam. Jika kita mencari kemuliaan dengan selain (Islam) yang Allah muliakan kita dengannya, maka Allah akan menghinakan kita lagi.(Atsar riwayat Ibnu Hibban, 6530 dihasankan Al-Abany dalam At-Ta’liqot Al-Hisan, 6530)

Dan memang ilmu, telah menjadi perbincangan dari waktu ke waktu, bahkan ilmu telah menjadi simbol kemajuan dan kejayaan suatu bangsa. Hampir tak ada suatu bangsa dinilai maju kecuali di sana ada ketinggian ilmu. Hingga hampir menjadi kesepakatan setiap jawara bangsa, bila ingin maju harus berkiblat kepada negeri yang tinggi ilmunya. Jadilah bangku-bangku sekolah didoktrin dengan kurikulum negara maju.

Akan tetapi sayang seribu kali sayang, sikap ambisi meraup dan mengimport ilmu ini berlaku hanya pada masalah duniawi. Bahkan pikiran sebagian besar kaum muslimin pun tak jauh berbeda dengan kaum sekulernya. Yang lebih memprihatinkan lagi, sebagian da’i yang mempertengkarkan tentang cap intelektual muslim pun justru menuding kolot terhadap orang yang tekun mempelajari agamanya karena terfitnah oleh kilauan dunia.

Related posts