Korupsi di Amerika mengancam Keamanan Nasional, Sangat Buruk …

  • Whatsapp
Satu hal yang tidak disadari rakyatnya, korupsi di Amerika Serikat jauh lebih buruk dari apa yang terlihat. Alih-alih memenuhi janji kampanyenya untuk “membersihkan sistem korup,” Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menimbulkan kerusakan lebih luas dan lebih mendalam. Tidak mengherankan bahwa Amerika Serikat telah keluar dari peringkat 20 besar negara “paling tidak korup” menurut kelompok pengawas Transparency International dan sekarang dianggap sebagai “negara yang harus diawasi” oleh organisasi non-partisan itu.  Baca Juga: Pangkalan Militer Amerika di Korea Selatan Tercoreng Skandal Korupsi Oleh: Stephen M. Walt (Foreign Policy) Jika rakyat Amerika Serikat memperhatikan, mereka telah menerima beberapa seruan dalam beberapa tahun terakhir. Berita buruk apa yang disampaikan oleh pesan-pesan ini? Yakni bahwa Amerika Serikat jauh lebih korup daripada yang disadari rakyatnya sendiri. Sejak tahun 2016, kekhawatiran terhadap korupsi di Amerika telah menyoroti parade ketidakjujuran dalam administrasi Trump. Sebagaimana laporan investigasi luar biasa The New York Times musim gugur lalu, kehidupan Presiden AS Donald Trump sejak masa kanak-kanak telah diwarnai berbagai macam penipuan, penghindaran pajak, dan transaksi bisnis yang curang. Tindakannya baru-baru ini menunjukkan bahwa jabatan tinggi tidak mengubah modus operandi keluarga Trump. Sejak menjadi presiden, Trump telah dengan santai mengabaikan klausul emolument dalam konstitusi, memberikan tagihan jutaan dolar kepada pembayar pajak untuk banyaknya perjalanan ke propertinya sendiri, menunjuk anak perempuan dan menantunya untuk jabatan sensitif di mana mereka secara nyata tidak memenuhi syarat, dan mengelilingi dirinya dengan sejumlah karakter meragukan. Mantan pimpinan kampanye Paul Manafort dan beberapa penasihat kampanye Trump lainnya telah dijatuhi dakwaan karena penipuan atau kejahatan lainnya. Mantan Penasihat Keamanan Nasional Michael Flynn telah dijatuhi dakwaan berbohong kepada FBI. Administrator Badan Perlindungan Lingkungan Scott Pruitt dan Menteri Dalam Negeri AS Ryan Zinke telah mengundurkan diri karena pelanggaran etika. Menteri Tenaga Kerja AS Alexander Acosta dikecam karena kesepakatan pembelaan yang dia berikan kepada Jeffrey Epstein, predator seksual kaya-raya yang banyak memiliki koneksi, ketika Acosta menjadi jaksa AS di Florida. Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross masih terus menjabat meskipun ada konflik kepentingan yang serius. Alih-alih memenuhi janji kampanyenya untuk “membersihkan sistem korup,” Trump justru menimbulkan kerusakan lebih luas dan lebih mendalam. Tidak mengherankan bahwa Amerika Serikat telah keluar dari peringkat 20 besar negara “paling tidak korup” menurut kelompok pengawas Transparency International dan sekarang dianggap sebagai “negara yang harus diawasi” oleh organisasi non-partisan itu. Tetapi masalahnya sebenarnya jauh lebih serius daripada Trump dan rombongannya. Mari kita pertimbangkan beberapa skandal terbaru lainnya. Contoh pertama: Krisis Keuangan 2008. Hingga taraf tertentu, krisis keuangan 2008 adalah studi kasus keangkuhan, di mana para “penguasa alam semesta” yang meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka telah merancang instrumen keuangan yang telah mengurangi risiko kepanikan hingga tingkat yang sangat kecil. Tetapi krisis tersebut juga menelanjangi korupsi sistemik di dalam lembaga keuangan utama.

Related posts