HukumInternasional

Modal Rp 2.000, Pria Bejat Culik dan Cabuli Bocah SD

PEKANBARU – Dengan mengiming-imingi uang Rp 2.000, seorang pria jomblo berumur 35 tahun, LG, nekad menculik lalu mencabuli bocah perempuan berusia 9 tahun yang masih memakai seragam SD.

Penculikan dilakukan pelaku Kamis, 11 Juli 2019, usai bocah tersebut pulang sekolah. Korban sama sekali tak curiga, karena sudah dua kali dibujuk dan diantar pulang ke rumahnya.

Kali ketiga, korban ikut saja usai diiming-iming uang Rp 2.000. Aksi pelaku saat mengajak korban naik ke motor dikendarainya terekam kamera pengintai CCTV.

Orangtua korban cemas dan khawatir, karena hingga sore harinya anak perempuan tersebut belum juga pulang. Akhirnya, orangtua laporkan kehilangan korban ke Polisi.

Polisi kemudian bergerak cepat. Korban penculikan tersebut dibawa pelaku LG keliling Pekanbaru guna mencari tempat aman dan nyaman menjalankan aksi bejatnya.

“Tersangka berusaha mendekati korban dengan mengantarkan pulang. Kemudian memberikan uang Rp 2.000,” kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaluddin Syam, Rabu, 17 Juli 2019.

Akhirnya, pelaku memutuskan berhenti di sebuah SPBU di kawasan Kecamatan Payung Sekaki. Jarak lokasi penculikan di Kecamatan Rumbai menuju SPBU puluhan kilometer.

Kasat Reskrim AKP Awaluddin Syam di Pekanbaru, mengatakan, LG telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal berlapis.

Ia menjelaskan kasus penculikan anak tersebut sebelumnya sempat viral di media sosial Pekanbaru, Jumat, 12 Juli 2019. Polisi selanjutnya menindaklanjuti informasi hilangnya murid SD saat berjalan kaki sendirian pulang dari sekolah.

Hasilnya, Polisi berhasil melacak keberadaan tersangka di sekitar Jalan Dharma Bhakti, Labuhbaru Barat, Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Jumat petang. Penangkapan berhasil dilakukan selang beberapa jam setelah laporan dibuat keluarga.

Awal menjelaskan, tersangka melakukan perbuatannya bermodal uang Rp 2.000. Tersangka sejak awal mengincar korban berupaya melakukan pendekatan, terutama saat korban pulang sekolah.

Tersangka berkenalan dengan korban dan menawarkan boncengan sepeda motor untuk pulang sekolah.

Dengan bujuk rayunya, korban masih sangat polos itu pun kembali diantar pulang oleh tersangka untuk ketigakalinya.

Namun, pada pertemuan ketiga itu, tersangka tidak langsung membawa korban pulang, melainkan membawanya jalan-jalan hingga melakukan pencabulan di areal SPBU di kawasan Payung Sekaki, Pekanbaru.

Aksi bejat itu dilakukan tersangka Jumat dinihari, saat korban masih mengenakan seragam SD.

Usai melakukan perbuatan tidak terpuji itu, tersangka selanjutnya mengantar korban pulang, namun tidak sampai ke rumahnya, melainkan di pinggir jalan tidak jauh dari kediaman orangtua korban.

Sementara orangtua korban yang panik telah melaporkan ke polisi, dan masyarakat Pekanbaru juga digemparkan dengan aksi penculikan siswi SD itu.

Saat penangkapan berlangsung, tersangka berupaya melarikan diri hingga polisi terpaksa melumpuhkan tersangka dengan tembakan terukur.

“Tersangka dijerat dengan Undang-undang perlindungan anak dan terancam hukuman 15 tahun penjara,” tutur Awal.

Lebih jauh, Awal pun mengimbau kepada orang tua agar lebih memperhatikan anak mereka, terutama menyempatkan waktu mengantar jemput buah hati saat dari sekolah. ***

Show More

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker