Protes Terhadap Polri, Abunibal : ” Apa Yang Salah Dari Ustadz KHB?”

  • Whatsapp
Ustadz Khalid Basalamah

MK-CENTER, Terkait sikap Lembaga Dakwah PBNU yang memprotes Polri karena mengundang Ustadz Khalid Basalamah (KHB) mengisi kajian di depan ratusan anggota kepolisian perairan dan udara beberapa hari lalu, mendapat sorotan tajam dari beberapa kalangan tokoh agama dan masyarakat.

Dari cuitan di tweeter nya, Lembaga PBNU menulis “Undang Khalid Basalamah, dimana komitmen Polri? Hal ini tentu berseberangan dengan perintah Kapolri sebelumnya yang meminta semua polisi untuk ngaji kitab kuning dengan Pengurus Besar Nahdatul Ulama “.

Read More

Pernyataan tersebut langsung mendapat respon keras dari para netizen, dan yang paling tajam  justru dari  salah satu tokoh NU yaitu Gus Umar Hasibuan.

Gus Umar menanyakan letak kesalahan dari Ceramah yang disampaikan Ustadz KHB, sehingga dilarang berceramah di kalangan Polri.

Gus Umar merasa bingung atas sikap NU yang memprotes Polri, padahal kajian yang disampaikan Ustadz KHB sangatlah mengandung keilmuan yang dapat diserap olehnya.

Bahkan secara tegas dirinya sebagai tokoh NU lebih mendukung Ustadz KHB ceramah di Polri daripada kegiatan Gus Miftah di gereja.

Hal senada pun diungkapkan oleh warganet yang merasa heran atas ulah Lembaga Dakwah NU yang dalam postingannya di akun tersebut seolah gemar mengangkat perbedaan antar agamanya sendiri, bahkan lucunya dengan bangga memposting Gus Miftah sedang  berceramah disebuah mimbar dengan tanda salib dibelakangnya.

“….. Memangnya ada ceramah Ust.(KHB, red) tsb yang mengrahkan ke radikalisme? Alhamdulillah dakwah salaf sdh semakin menyebar…” bunyi salah satu kutipan yang mengomentarinya.

Polemik permasalahan diatas pun tidak luput dari perhatian salah seorang Ustadz yang juga merupakan rekan dari Ustadz. KHB yaitu Ustadz Abunibal Al Atsary.

Ustadz Abunibal sangat menyayangkan sikap Lembaga Dakwah NU yang seolah “memusuhi” Ustadz KHB dalam masalah menyebarkan ilmu agama ke publik hanya karena beliau tidak berada di keluarga NU.

Disinggung tentang komitment Polri yang disampaikan Kapolri yang meminta semua polisi untuk ngaji kitab kuning dengan PBNU, Ustadz Abunibal mengatakan bahwa Polri itu milik semua warga Negara di NKRI ini.

Seharusnya kita harus secara cerdas mengerti bahwa Salafy mempelajari kitab kuning yang mengajarkan semua kebaikan terutama dalam Bab Aqidah, Tauhid, Manhaj, Fiqh, Siroh, Firqoh, Perbandingan Agama, Perbandingan madzhab dan lain lain, di Khazanah Disiplin Ilmu Islam teramat banyak kitab yang menjelaskan bahwa kita harus selalu berpedoman terhadap Al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan Maksud Allah dan Rasulnya melalui cara beragama dari para Sahabat Nabi yang Mulia (Kaum Salaf) yang mengajarkan kebaikan dan kedamaian” Ucapnya.

Ustad Abunibal pun secara tegas mengatakan bahwa kami selalu berpedoman pada Al Qur’an, Hadist dan Sunnah Rasul sesuai dengan para pendahulu yang Sholeh (Salafush Sholeh) dalam menyampaikan ceramah.

“Tidak pernah meluapkan Radikalisme, tidak pernah mengkafirkan orang terkecuali dengan standarisasi Ilmiyah menurut Displin ilmu yang benar, justru kami bekerja sama dengan pemerintah dalam membendung paham paham Radikal yang dapat menjadi embrio terorisme, lantas apa yang salah dari sahabat kami itu (Ustadz KHB, Red),” Tandasnya.

Reporter : Asep Juanda, Editor : Abu Abdul Aziz

Related posts

Leave a Reply