Suap Aspidum Kejati DKI Jakarta, di geledah KPK

  • Whatsapp
<script async="" src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<ins class="adsbygoogle" style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-7466936783511971" data-ad-slot="6552570917"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua rumah di Jawa Tengah terkait kasus suap penanganan perkara di Kejati DKI Jakarta.  Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, dua rumah saksi itu yakni kediaman asisten bidang pidana khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan satu orang lagi dari pihak swasta.  “Penggeledahan tersebut dilakukan pada 30 Juli 2019,” kata Febri melalui pesan singkatnya, Rabu, 31 Juli 2019.  Masih berkaitan kasus yang sama, tim penyidik juga menggeledah Kantor PT SSI di daerah Blok N Jateng dan gudang di daerah Karang Kidul Semarang.  “KPK menyita sejumlah dokumen dan catatan keuangan, serta barang bukti elektronik berupa telepon genggam,” kata Febri.  Besok, tambah Febri, rencananya penyidik akan lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dari pihak swasta di kantor Polrestabes Semarang terkait kasus ini.
<script async="" src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<ins class="adsbygoogle" style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-7466936783511971" data-ad-slot="6552570917"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
LIHAT JUGA
memanggil Jaksa pada Kejaksaan Tinggi Bali Arih Wira Suranta terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di  Pengadilan Negeri Jakarta Barat.  KPK sendiri telah mencegah 3 orang untuk bepergian ke luar negeri dalam perkara suap ini. Ketiga orang tersebut yakni, dua pihak swasta, Sendi Pericho dan Tjhun Tje Ming, serta satu Jaksa pada Kejati DKI, Arih Wira Suranta. Mereka dilarang bepergian keluar negeri terhitung 29 Juni 2019. Sebelumnya, KPK menetapkan 3 orang sebagai tersangka kasus suap pengurusan perkara penipuan investasi yang sedang diproses di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat. Mereka yaitu asisten pidana umum Kejati DKI, Agus Winoto, pengusaha Sendy Perico, dan seorang pengacara, Alvin Suherman. 
<script async="" src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<ins class="adsbygoogle" style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-7466936783511971" data-ad-slot="6552570917"></ins>
<script>
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
Dalam perkara ini, Agus Winoto diduga menerima suap sebesar Rp200 juta dari Sendy Perico yang dibantu atau diperantarai lewat Alvin Suherman. Diduga, pemberian suap itu untuk meminta pemberatan hukuman terhadap pihak lawan Sendy Perico dalam sidang perkara penipuan investasi. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan serangkaian penggeledahan terkait kasus dugaan suap pengurusan perkara penipuan investasi yang menyeret mantan Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati DKI, Agus Winoto. Penggeledahan dilakukan sejak kemarin hingga hari ini.

Related posts