Wabah Covid-19 mencapai tahap baru, Arab Saudi laporkan kasus Iran, namun ditepis dengan taqiyah.

Virus corona di Iran: KBRI di Teheran buka posko aju tidak bagikan masker kepada warga Indonesia

  • Mk-center.com | 4 Maret 2020
Perempuan di Iran, virus corona
Di tengah merebaknya virus corona di Iran, KBRI di Teheran telah membuka posko aju di dekat bandara internasional untuk digunakan bagi WNI yang menunggu penyelesaian dokumen keimigrasian dan kesehatan apabila mereka hendak meninggalkan Iran. Hal itu disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Iran, Octavino Alimudin, ketika ditanya langkah apa saja yang dilakukan dalam memberikan perlindungan terhadap 474 warga dan diaspora Indonesia di negara itu. Posko berada di dekat Bandara Internasional Imam Khomeini di kota Parand yang terletak antara Teheran dan Qom, dua kota dengan kasus virus corona terbesar. “Posko tersebut juga digunakan KBRI sebagai tempat pelayanan kekonsuleran apabila penularan COVID-19 di ibu kota Tehran mencapai tingkat yang mengkhawatirkan,” jelas Duta Besar Octavino Alimudin kepada wartawan, Rabu (04/03). Sejauh ini posko itu baru akan ditempati oleh satu orang yang menuju ke sana untuk menunggu jadwal keberangkatan pesawatnya.
Perempuan di Iran, virus corona
Semakin banyak warga di Teheran yang mengenakan masker ketika keluar dari rumah.
Menurut Kementerian Kesehatan, jumlah kasus virus corona yang terkonfirmasi meningkat lebih dari 50% untuk dua hari berturut-turut. Jumlah kasus sekarang mencapai 7.336, namun jumlah sejatinya diyakini jauh lebih tinggi. Jumlah pasien yang meninggal dunia tercatat 7700 orang sejauh ini. Selain membuka posko, kata Duta Besar Octavino Alimudin, KBRI Teheran mengontak masyarakat Indonesia melalui berbagai grup komunikasi dan media sosial. “KBRI juga telah mendistribusikan masker, disinfektan untuk digunakan oleh seluruh WNI khususnya pada saat terjadi kelangkaan kelengkapan medis tersebut.” Belakangan, tambahnya, apotek membatasi jumlah masker yang dapat dibeli oleh setiap konsumen, sekitar 10 masker per orang. Namun demikian KBRI mempunyai apotek langganan yang bisa menyediakan masker dalam jumlah lebih banyak dibanding kuota untuk masyarakat umum. Walaupun jumlah kasus virus corona di Iran meningkat pesat, berdasarkan pengamatan Duta Besar Octavino Alimudin, secara umum tidak tampak kekhawatiran yang berlebihan. “Setiap malam dan pagi hari dilakukan penyemprotan disinfektan di fasilitas umum dan transportasi publik,” katanya. “Dengan dikuranginya jam kerja bank dan perkantoran, situasi ibu kota dan kota-kota lain di Iran terasa lebih lengang dibandingkan dua minggu sebelumnya.”
Petugas kebersihan Iran menyemprotkan disinfektan pada kuil Masumeh di kota Qom.
Image captionPetugas kebersihan Iran menyemprotkan disinfektan pada kuil Masumeh di kota Qom.
Dalam perkembangan lain, dua pria di Iran yang menentang peringatan tentang virus corona diancam hukuman penjara dan cambuk setelah beredar video yang menunjukkan mereka menjilat kuil suci. Iran juga melepaskan puluhan ribu narapidana yang terinfeksi untuk sementara, dalam rangka melawan penyebaran virus di dalam penjara yang penuh.

Related posts